Bahaya Bercinta Saat Haid

ANIMASITNM1

Bahaya Bercinta Saat Haid

Bagi pasangan suami istri, berhubungan seks secara teratur sangat dianjurkan, Manfaatnya tak hanya untuk keharmonisan hubungan suami istri saja namun seks teratur mampu menghilangkan stress dan membuat tubuh lebih rileks.

Terkadang keinginan untuk berhubungan intim dengan pasangan bisa hadir kapan saja. Bagi anda yang telah memiliki pasangan tentu keinginan ingin segera dituntas dengan pasangan anda. Namun bagaimana jadinya bila anda sedang berhalangan dalam hal ini adalah sedang menstruasi.

Apakah anda akan tetap nekat untuk melanjutkan keinginan anda bercinta dengan pasangan anda atau menundanya sampai anda siap. Bila anda nekat ignin melanjutkan hasrat bercinta anda maka siap-siap menghadapai bahaya bercinta saat haid.

Aneka risiko kesehatan mengintai perempuan yang nekat berhubungan seks pada saat sedang menstruasi. Apa saja bahaya bercinta saat seks

1. Infeksi

“Secara medis, proses menstruasi adalah proses perdarahan, maka akan ada pembuluh darah yang terbuka, sehingga rentan terjadi infeksi,” jelas dr Hari Nugroho, SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RS dr Soetemo, Surabaya, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (8/1/2013).

Dia memaparkan di negara Barat banyak yang sudah mempraktikkan hubungan seks saat menstruasi dengan memakai kondom untuk menghindari kemungkinan infeksi.

2. Jumlah Darah Menstruasi Meningkat

Menurut dr Hari Nugroho, SpOG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RS dr Soetemo, Surabaya, penelitian di Amerika Serikat menjukkan sebanyak 83 persen perempuan mengalami peningkatan jumlah darah selama menstruasi. “Sehingga dari sisi medis saran saya adalah untuk menghindari hubungan seks saat menstruasi,” ucapnya.

3. Penyumbatan Pembuluh Darah di Organ Vital

dr Frizar Irmansyah SpOG (K) dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) menyebut hubungan seks pada saat seorang perempuan sedang menstruasi bisa meningkatkan risiko emboli udara, yaitu gelembung udara yang masuk pembuluh darah.

“Bisa juga menyumbat pembuluh-pembuluh darah pada organ-organ vital, antara lain jantung dan paru-paru. Sebab saat sedang haid kan pembuluh darah terbuka, nah kalau tetap melakukan hubungan intim nanti udara bisa masuk,” terang dr Fizar.

ANIMASITNM2KECIL

4. Kematian

Anacaman kematian juga menghantui orang yang nekat bercinta pada saat menstruasi. Bagaimana kematian bisa terjadi pada orang yang bercinta saat sedang menstruasi? Pada saat seorang perempuan menstruasi, pembuluh darahnya terbuka, sehingga udara bisa masuk dan menyumbat pembuluh darah.

“Efeknya nanti bisa berujung pada infeksi atau bahkan kematian. Infeksi ini juga bisa muncul pada si prianya. Saya menyarankan sih sebaiknya jangan, lebih baik menunggu sampai haidnya selesai saja. Toh dari sisi agama juga dilarang kan,” ucap dr Frizar Irmansyah SpOG (K) dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

5. Endometriosis

Saat sedang haid, perempuan dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual. Selain kotor dan menjijikkan, bercinta saat haid juga dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya endometriosis.
Endometriosis merupakan penyakit kronik di mana jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim (uterus) ditemukan tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Jaringan ini membentuk lesi endometrium yang sangat sering ditemukan pada indung telur dan semua organ di dalam panggul wanita.

“Darah haid yang seharusnya ditemukan di rahim dan keluar lewat vagina, ini malah naik lagi ke perut jadi endometriosis. Makanya, jangan sekali-kali berhubungan seks saat haid,” tegas Prof. Dr. dr. Ali Baziad, SpOG(K), Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi, Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan FKUI/RSCM beberapa waktu lalu.

dr M. Nurhadi Rahman, SpOG,  saat dihubungi detikHealth mengatakan darah haid itu seharusnya turun ke bawah, tapi ada saluran yang ke arah rongga perut dan dikhawatirkandarahnya jadi lebih banyak masuk ke rongga perut akibat kegiatan bercinta. “Tapi semuanya sih kembali ke persepsi masing-masing ya,” ucapnya.

“Ini memang selalu menimbulkan kontroversi, tergantung dari sudut mana dilihatnya. Kalau dari sisi agama, ada yang melarang dan ada yang tidak begitu mempermasalahkannya. Tapi kalau dari sisi medis ada yang bilang selama setelahnya tidak muncul keluhan seperti nyeri atau infeksi ya tidak masalah. Menurut saya sendiri sebaiknya tidak dilakukan karena darah haid itu kan seharusnya dikeluarkan,” sambung dokter yang bisa dihubungi via Twitter di @adirahmanOG atau akun Facebook-nya: adirahmanog ini.

ANIMASITNM1