Hubungan Kesuburan dan Kemoterapi

ANIMASITNM1

Hubungan Kesuburan dan Kemoterapi

Kian tahun penderita kanker makin bertambah dan sayangnya pederita penyakit juga banyak dari gologan wanita yang masih berada pada usia produktif. Bila terserang kanker saat usia produktif tidak hanya kekhawatiran akan keselamatan dan kesehatan saja yang dikhawatirkan namun pertimbangan lain yang dipikirkan adalah mengenai kesuburan mereka nantinya.

Ketika didiagnosis terserang kanker tentu perasaan campur aduk antara ketakutan dan kecemasan namun pertimbangan akan tindakan penanganan medis seperti apa yang harus diambil. Namun yang perlu dipikirkan adalah bila anda sedang merencanakan kehamilan. Karena proses penyembuhan kanker kebanyakan menggunakan cara kemoterapi akan sangat berdampak pada kesuburan. Oleh karenanya, keputusan yang bersifat medis menjadi lebih kompleks antara kesembuhan atau upaya ingin memiliki anak.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa cara medis untuk menyembuhkan penyakit kanker adalah dengan cara kemoterapi. Kemoterapi adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara mengganggu fungsi reproduksi sel melalui penyinaran radiasi.

Namun sayangnya proses atau tindakan kemoterapi atau radiasi yang dilakukan pada penderita kanker, dapat merusak fungsi organ reproduksi. Keadaan itu membuat mereka yang sudah sembuh akan sulit mendapatkan keturunan. Itulah hubungan kemoterapi dan kesuburan dan mengapa penderita kanker berusia produktif dan masih berkeinginan untuk hamil kebingungan akan tindakan medis yang akan mereka lakukan.

ANIMASITNM2KECIL

Akibat gangguan itu, kesempatan pasien tersebut untuk memiliki keturunan menjadi lebih kecil. Pada perempuan penderita kanker, tindakan kemoterapi dapat menghentikan mereproduksi hormone. Terhentinya produksi hormon membuat sel telur tidak matang sehingga perempuan sulit hamil.

Disamping tidak menghasilkan sel telur, indung telur yang telah rusak karena kemoterapi menyebabkan terjadinya menopause dini. Menopause dini ditandai tidak mendapatkan haid lagi, emosi labil, kulit keriput, gairah seks menurun, muka panas dan jantung mudah berdebar. Resiko menopause dini akibat kemoterapi atau radiasi lebih besar jika tindakan itu dilakukan parah perempuan usia tua.

Namun jika karena hal tersebut mengurung niat anda untuk menunda melakukan tindakan pengobatan kanker dan memilih untuk hamil terlebih dahulu tentu akan juga menghadapkan pada resiko lain.Penanganan kanker tidak bisa ditunda-tunda. Harus segeran ditangani. Jika penanganan menunggu sampai persalinan, dikhawatirkan kanker sudah menyebar dan akhirnya sulit diatasi.

Mengenai masalah kesuburan anda, kini telah ada teknik fertility preservation(pelestarian fertilitas), harapan untuk dapat memiliki keturunan masih dapat diupayakan.

 

ANIMASITNM1